19.6.15

Sick of This Life




Kabar duka terus bermunculan. Penjual angkringan dibunuh, mahasiswa jatuh dari tebing, seorang teman meninggal karena kecelakaan, anak kecil dibunuh lalu diperkosa. Mungkin masih banyak lagi kabar-kabar serupa yang akan bermunculan. Terasa menyedihkan, mungkin. Tapi tidak bagi Hiro. Baginya kabar duka mempunyai porsi yang sama dengan kabar gembira. Hiro memandang peristiwa sedih dan gembira dengan sikap yang serupa. Sikap yang bagaimana? Sikap yang biasa saja.

Beberapa waktu lalu, ketika dia mendapat kabar bahwa Onde, temannya sewaktu di bangku SMA mengalami kecelakaan, Hiro hanya sepintas lalu membaca kabar dari gadget-nya. Sampai seorang teman lainnya, meminta Hiro untuk memastikan kebenaran kabar tersebut, baru Hiro berangkat ke rumah sakit dimana Onde dirawat.

Dalam perjalanan ke rumah sakit, ingatan Hiro melayang ke peristiwa-peristiwa yang dilalui bersama dengan Onde. Mengantarnya berkelahi karena persoalan wanita, mengisi lembar pendaftaran masuk PTN, naik gunung berbekal miras, 'giting' bareng di ruang mapala. Dan masih banyak lagi.

Setibanya di ruang ICU, Hiro mendapati Onde tanpa daya. Tidak ada luka robek atau patah ditubuhnya. Hanya saja bagian diseputar kedua matanya sudah membiru. Tak ada kata yang terucap dari mulut Hiro. Dia hanya sedikit memiringkan wajah dan melihat Onde tanpa ekspresi.

Baru beberapa menit Hiro keluar dari ruang ICU, ibu Onde keluar dari ruang ICU dan mengabarkan bahwa Onde sudah berpulang. Tangis pecah diruang tunggu. Laki-laki perempuan, tua-muda menangis. Ada yang cuma menitikkan air mata, ada yang histeris, seakan tidak bisa menerima kabar. Maklum Onde masih tergolong muda. Baru 40 tahun.

Tapi tidak dengan Hiro. Bibirnya komat-kamit melafalkan doa-doa sederhana. Lalu kembali memandangi orang-orang disekitarnya. Tanpa ekspresi. Apakah ini penyakit? Psikokah? Mungkinkah sikap Hiro ini bisa dikategorikan sebagai 'sakit-jiwa'? Mungkinkah sebenarnya ada banyak orang seperti Hiro?

Dunia ini fana. Kematian adalah kepastian.

No comments:

Post a Comment